antagonisme fisiologis
physiological antagonism
Ringkasan Singkat
Fenomena di mana dua zat atau proses menghasilkan efek yang berlawanan pada sistem tubuh, sehingga saling meniadakan efek masing-masing.
Antagonisme fisiologis terjadi ketika dua agonis bekerja pada reseptor yang berbeda namun menghasilkan respons fisiologis yang saling bertentangan dalam jaringan atau sistem organ yang sama. Sebagai contoh, histamin dapat menyebabkan penyempitan saluran napas (bronkokonstriksi), sementara epinefrin menyebabkannya melebar (bronkodilatasi).
Berbeda dengan antagonisme kimiawi, antagonisme fisiologis tidak melibatkan pengikatan pada reseptor yang sama, melainkan interaksi melalui jalur fungsional yang berlawanan. Pemahaman ini krusial dalam farmakologi untuk menetralkan efek toksik atau mengatur keseimbangan homeostatis tubuh.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Katzung, B. G. (2017). Basic and Clinical Pharmacology. McGraw-Hill Education.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.